Selasa, 28 Oktober 2025

Laporan Akhir 2 Modul 2

 



1. Jurnal [kembali]

2. Alat dan bahan [kembali]

Gambar 1.1 DL2203C Module D’Lorenzo

Gambar 1.2 DL2203S Module D’Lorenzo

Gambar 1.3 Jumper

  1. Panel DL 2203C.
  2. Panel DL 2203S.
  3. Panel DL 2203D
  4. Jumper.

3. Rangkaian Simulasi [kembali]

4. Prinsip Kerja Rangkaian [kembali]

Prinsip kerja T Flip-Flop (Toggle Flip-Flop) berpusat pada dua mode operasi yang ditentukan oleh input utamanya (T) dan hanya diperbarui setiap kali ada sinyal jam (clock) yang aktif, seperti pada tepi naik (rising edge). Mode pertama adalah "Hold" (Tahan), yang terjadi saat input T bernilai 0 (LOW). Dalam kondisi ini, flip-flop secara efektif mengabaikan sinyal jam, dan output Q akan terus mempertahankan nilainya yang terakhir, baik itu 0 ataupun 1. Mode kedua adalah "Toggle" (Membalik), yang terjadi saat input T bernilai 1 (HIGH). Pada mode ini, setiap sinyal jam yang aktif akan memicu output Q untuk membalik nilainya secara presisi: jika Q sebelumnya 0, ia akan menjadi 1, dan jika Q sebelumnya 1, ia akan menjadi 0. Perilaku membalik yang konsisten inilah yang membuatnya sangat ideal digunakan sebagai pembagi frekuensi (karena outputnya berosilasi setengah kali lebih lambat dari jam) dan sebagai elemen dasar dalam rangkaian pencacah (counter).

5. Video Rangkaian [kembali] 
6. Analisa [kembali] 

Analisa input dan output masing-masing kondisi sesuai jurnal!

7. Download [kembali]

Laporan Akhir 1 Modul 2

 



1. Jurnal [kembali]

2. Alat dan bahan [kembali]

  1. Laptop.
  2. Software Proteus ver minimal 8.17

3. Rangkaian Simulasi [kembali]

4. Prinsip Kerja Rangkaian [kembali]

Rangkain in terdiri dari dua flip-flop, yaitu D flip-flop dan J-K flip flop.

  • D flip-flop
Prinsip kerja D Flip-Flop adalah sebagai elemen memori 1-bit yang menyalin nilai data pada input D ke output Q secara sinkron. Proses "penyalinan" ini hanya terjadi pada saat-momen spesifik sinyal jam (clock) aktif, seperti pada tepi naik (rising edge). Setelah momen tersebut berlalu, flip-flop akan mengunci atau mengingat nilai Q terakhirnya, dan akan mengabaikan perubahan apa pun pada input D sampai sinyal jam tepi naik berikutnya tiba.
  • J-K flip-flop
Prinsip kerja JK Flip-Flop adalah sebagai elemen memori 1-bit paling serbaguna yang beroperasi dalam empat mode berdasarkan input J dan K saat sinyal jam (clock) aktif. Jika J=0 dan K=0, ia akan Menahan (Hold) nilai output terakhirnya. Jika J=1 dan K=0, ia akan Mengatur (Set) output Q menjadi 1. Jika J=0 dan K=1, ia akan Menghapus (Reset) output Q menjadi 0. Terakhir, jika J=1 dan K=1, ia akan Membalik (Toggle) nilai output Q, yaitu mengubah 0 menjadi 1 atau 1 menjadi 0.

5. Video Rangkaian [kembali] 
6. Analisa [kembali] 

Analisa Input dan Output pada masing-masing kondisi, buatkan prosesnya menggunakan rangkaian dalam masing masing flip flop


7. Download [kembali]

Minggu, 26 Oktober 2025

TP 2 Modul 2

 




MODUL 2

TUGAS PENDAHULUAN 2 


1. Kondisi [kembali]

Percobaan 2 Kondisi 9:

Buatlah rangkaian T flip flop seperti pada gambar pada percobaan dengan ketentuan input B0=0, B1=1, B2=0

2. Gambar Rangkaian Simulasi [kembali]

Sebelum dijalankan:

Sesudah dijalankan:

3. Video Simulasi [kembali]

4. Prinsip Kerja Rangkaian [kembali]

T Flip-Flop menggunakan J-K Flip-Flop yang nilai J dan K nya dihubungkan dan diberi nilai 1. Hal ini membuat T Flip-Flop akan selalu dalam kondisi toggle. Output dari T Flip ini akan dipengaruhi oleh nilai CLK, R dan S. Input R dan S berupa aktif low

Output akan berganti ketika nilai CLK berubah ke 0 lagi. Jika R aktif, maka nilai Q'=1 dan Q=0. Jika nilai S yang aktif, maka Q=1 dan Q'=0. 

Pada percobaan ini 

5. Link Download [kembali]


TP 1 Modul 2

 




MODUL 2

TUGAS PENDAHULUAN 1 


1. Kondisi [kembali]

Percobaan 1 Kondisi 10:

Buatlah rangkaian J-K flip flop dan D flip flop seperti pada gambar pada percobaan dengan ketentuan input B0=1, B1=1, B2=1, B3=clock, B4=0, B5=tidak dihubungkan, B6=clock

2. Gambar Rangkaian Simulasi [kembali]

Sebelum dijalankan:
Sesudah dijalankan: 

3. Video Simulasi [kembali]

4. Prinsip Kerja Rangkaian [kembali]

Pada rangkaian ini menggunakan J-K Flip Flop dan D Flip-Flop. Pada D Flip-Flop, input D tidak terhubung kemanapun (dibiarkan mengambang) dan B6 dihubungkan dengan sinyal Clock. Pada J-K Flip-Flop, input R, S dan J dan B0 bernilai 1, B3=clock, dan B4 bernilai 0.

Pada D Flip-Flop, outputnya menjadi seperti itu karena input D tidak terhubung kemana pun. Hal ini akan membuat nilai Q dan Q' tetap pada nilai awalnya.

Pada J-K Flip-Flop, nilai J akan mempengaruhi nilai Q dan nilai K akan mempengaruhi nilai Q'. Di percobaan, Q=1 mengikuti nilai J=1 dan Q'=0 mengikuti nilai K=0.

5. Link Download [kembali]


Modul 2: Flip Flop

 




MODUL 2

FLIP-FLOP

    

1. Tujuan [kembali]

  1. Merangkai dan menguji berbagai macam flip-flop

2. Alat dan Bahan [kembali]

Gambar 1.1 DL2203C Module D’Lorenzo

Gambar 1.2 DL2203S Module D’Lorenzo

Gambar 1.3 Jumper

  1. Panel DL 2203C.
  2. Panel DL 2203S.
  3. Panel DL 2203D
  4. Jumper.
  5. Laptop.
  6. Software Proteus ver minimal 8.17

3. Dasar Teori [kembali]

3.1 Flip-Flop

Flip-flop adalah rangkaian elektronika yang memilki dua kondisi stabil dan dapat digunakan untuk menyimpan informasi. Flip-flop merupakan pengaplikasian gerbang logika yang bersifat Multivibrator Bistabil. Dikatakan Multibrator Bistabil karena kedua tingkat tegangan keluaran pada Multivibrator tersebut adalah stabil dan hanya akan mengubah situasi tingkat tegangan keluarannya saat dipicu (trigger). Flip-flop mempunyai dua Output (Keluaran) yang salah satu outputnya merupakan komplemen Output yang lain.

  • R-S Flip-Flop

R-S Flip-flop merupakan dasar dari semua flip-flop yang memiliki 2 gerbang inputan atau masukan yaitu R dan S.

  • J-K Flip-Flop
J-K Flip-flop merupakan flipflop yang tidak memiliki kondisi terlarang atau yanng berarti diberi berapapun inputan asalkan terdapat clock maka akan terjadi perubahan pada keluaran atau outputnya.

  • D Flip-Flop

D Flip-flop merupakan salah satu jenis flip-flop yang dibangun dengan menggunakan flip-flop R-S . Perbedaan dengan R-S flip-flop terletak pada inputan R, dan D Flip-flop inputan R terlebih dahulu diberi gerbang NOT.

 


  •   T Flip-Flop

T Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang telah di buat dengan menggunakan J-K Flip-flop yang kedua inputannya dihubungkan menjadi satu. Jika input T nya aktif dan dipengaruhi oleh clock maka outputnya akan berubah dan jika T tidak aktif walaupun dipengaruhi oleh clock maka outputnya tidak berubah.

 


 




 

Kamis, 23 Oktober 2025

Laporan Akhir 3 Modul 1

 



1. Jurnal [kembali]

Percobaan 3 Multiplexer dan Demultiplexer


2. Alat dan bahan [kembali]

1. IC 4052


2. Switch SPDT


3. Power Supply

4. Ground

5. Logic Probe


6. IC 74154

3. Rangkaian Simulasi [kembali]

  • Multiplexer

  • Demultiplexer

4. Prinsip Kerja Rangkaian [kembali]

  • Multiplexer
IC 4052 adalah multiplexer 4-ke-1 ganda yang berfungsi sebagai dua sakelar elektronik yang dikendalikan secara bersamaan oleh pin selektor S0 dan S1. IC ini memiliki dua set input (X0-X3 dan Y0-Y3) dan dua output (X dan Y). Kombinasi logika pada S0 dan S1 akan memilih satu input dari grup X (misalnya X2) dan input yang berpasangan dari grup Y (misalnya Y2) pada saat yang sama. Hanya pasangan input yang aktif dipilih oleh S0/S1 ini yang akan diteruskan ke output X dan Y, sementara semua input lainnya diabaikan, meskipun mereka memiliki sinyal logika yang aktif.
  • Demultiplexer
IC 74154 beroperasi sebagai demultiplexer 1-ke-16, yang menggunakan empat pin selektor (A, B, C, D) untuk memilih satu dari 16 jalur output yang akan diaktifkan. Ciri khas IC ini adalah output-nya yang bersifat aktif-LOW, yang berarti hanya output yang dipilih oleh pin A-D yang akan berlogika 0 (rendah), sementara 15 output lainnya akan tetap 1 (tinggi). Agar rangkaian ini dapat bekerja, kedua pin enable (E1 dan E2) harus berada dalam kondisi LOW. Jika salah satu atau kedua pin enable ini diberi logika HIGH, IC akan non-aktif, yang akan memaksa semua 16 output-nya ke kondisi HIGH.

5. Video Rangkaian [kembali] 
Multiplexer

Demultiplexer

6. Analisa [kembali] 

Percobaan 2:
1. Analisa hasil percobaan Multiplexer (percobaan 3a) ketika input data X0, X1, X2, X3 diberi variasi logika, lalu S0 dan S1 diubah-ubah!

Jawaban: 
Multiplexer pada percobaan 3a memiliki 4 input dengan 2 selektor, sesuai dengan 2^n input -> n selektor. Selektor ini akan memilih salah satu input dari beberapa input yang ada berdasarkan selektornya yang kemudian akan diteruskan menjadi 1 output. Hanya 1 input yang akan diteruskan ke ouput, sedangkan input yang lain tidak/ diabaikan.

2. Analisa hubungan antara persamaan Demux dengan persamaan Decoder. Mengapa Demux dapat dianggap sebagai Decoder yang diberi satu input data tambahan 𝐷!

Jawaban: 
Sebuah demux bisa dikatakan decoder yang diberikan satu input data tambahan. Logika inti dari decoder n ke 2^n adalah menggunakan input select (S1, S0) untuk memilih dan mengaktifkan satu output. Persamaan logika demux 1 ke 2^n melakukan hal yang sama, tetapi juga mengalikan output yang dipilih dengan input data. Persamaan demux identik dengan persamaan decoder yang memiliki pin enable (E), dimana input data pada demux secara fungsional setara dengan pin enable pada decoder.

7. Download [kembali]

Laporan Akhir 2 Modul 1

 



1. Jurnal [kembali]


Percobaan 2 Encoder dan  Decoder

2. Alat dan bahan [kembali]

1. IC 74ls147


2. Switch SPDT


3. Power Supply

4. Ground

5. Logic Probe


6. IC 4028

3. Rangkaian Simulasi [kembali]

  • Encoder

  • Decoder

4. Prinsip Kerja Rangkaian [kembali]

  • Encoder
IC 74LS147 adalah sebuah priority encoder yang mengubah 10 jalur input (D0-D9) menjadi kode BCD 4-bit (Y0-Y3), di mana semua sinyal input maupun output-nya bersifat aktif-low. Jika hanya satu input yang aktif (diberi logika 0), IC akan mengeluarkan kode biner terbalik yang sesuai. Namun, jika beberapa input aktif secara bersamaan, fitur prioritasnya akan bekerja: IC akan mengabaikan semua input kecuali input dengan nomor tertinggi yang aktif, dan hanya mengeluarkan kode biner untuk input prioritas tersebut. Fungsi ini berguna untuk menyederhanakan 10 jalur sinyal menjadi representasi biner 4-bit yang ringkas.
  • Decoder
IC 4028 berfungsi untuk mengonversi input BCD 4-bit (A-D) menjadi satu output desimal yang aktif (logika high) di antara Y0-Y9. Selama input berada dalam rentang BCD yang valid (0 sampai 9), output yang sesuai akan menyala (HIGH) dan yang lainnya mati (LOW). Namun, IC ini tidak akan memberikan output yang benar jika menerima input biner yang mewakili angka 10 hingga 15.

5. Video Rangkaian [kembali] 
Encoder

Decoder

6. Analisa [kembali] 

Percobaan 2:
1. Analisa Pengaruh dari Output Low dan juga Output High pada Percobaan encoder 2a!

Jawaban: 
IC 74LS147 memiliki input yang bersifat aktif low, dimana akan aktif jika diberi logika nol. Output yang dihasilkan IC 74LS147 akan dalam bentuk logika terbalik. (aktif low).
Output low membuat IC 74LS147 menjadi aktif. Hal ini akan membuat output high tidak akan terjadi/ tidak membuat rangkaian aktif.

2. Analisa setiap pengaruh input terhadap output decoder IC 4028 pada percobaan 2b, apa yg terjadi jika tidak ada input aktif, dan apa yg terjadi jika input melebihi biner 9(1001)!

Jawaban: 
IC 4028 merupaka decoder yang mengubah inputnya menjadi bilangan desimal. IC 4028 dirancang akan menampilkan bilangan desimal 0-9 (Y0-Y9) sesuai dengan input BCD yang diberikan. Tetapi ketika input melebihi 9 (1001), maka output dari IC 4028 menjadi tidak terdefinisikan.

7. Download [kembali]

Laporan Akhir 1 Modul 1

 



1. Jurnal [kembali]

Percobaan 1: Gerbang Logika 


2. Alat dan bahan [kembali]

Gambar 1.1 DL2203C Module D’Lorenzo

Gambar 1.2 DL2203S Module D’Lorenzo

Gambar 1.3 Jumper

  1. Panel DL 2203C.
  2. Panel DL 2203S.
  3. Jumper.
  4. Laptop.
  5. Software Proteus ver minimal 8.17

3. Rangkaian Simulasi [kembali]

  • Percobaan 1a

  • Percobaan 1b

4. Prinsip Kerja Rangkaian [kembali]

  • Gerbang Logika

Gerbang logika adalah blok bangunan dasar sirkuit digital yang beroperasi berdasarkan aturan aljabar Boolean untuk memproses sinyal biner (0 atau 1). Setiap gerbang memiliki fungsi spesifik:

  1. NOT: Gerbang pembalik ini mengubah inputnya; 1 menjadi 0, dan 0 menjadi 1.

  1. AND: Hanya akan mengeluarkan output 1 jika semua inputnya 1.

  2. OR: Akan mengeluarkan output 1 jika setidaknya salah satu inputnya 1.

  3. NAND: Merupakan kebalikan dari AND; outputnya 0 hanya saat semua input 1.

  4. NOR: Merupakan kebalikan dari OR; outputnya 1 hanya saat semua input 0.

  5. XOR: (Exclusive OR) Memberikan output 1 hanya jika input-inputnya berbeda.

  6. XNOR: (Exclusive NOR) Kebalikan dari XOR, memberikan output 1 hanya jika input-inputnya sama.

  • Aljabar Boolean

Prinsip kerja kedua rangkaian ini adalah menjumlahkan hasil logika XOR dan AND menggunakan gerbang OR.

Pada dasarnya, kedua output (H1 dan H2) sama-sama menggunakan gerbang XOR untuk mendeteksi perbedaan antara input B dan D; output akan aktif jika B != D.

Perbedaannya terletak pada kondisi AND yang menjadi syarat tambahan:

  • Untuk H1, output akan aktif jika B ≠ D bernilai 1, ATAU jika A=1, C=0, dan D=1 secara bersamaan.

  • Untuk H2, output akan aktif jika B ≠ D bernilai 1, ATAU jika A=1, B=1, dan C=0 secara bersamaan.

5. Video Rangkaian [kembali] 
1a

1b
6. Analisa [kembali] 

Percobaan 1:
1. Analisa masing-masing output H1 dan H2 ketika variasi A,B,C,D pada percobaan 1b!

Jawaban: 
Rangkaian H1 dan H2 sama pada rangkaian gerbang logika yang digunakan. PAda gerbang AND H1, inputannya A, C', D. Pada gerbang AND H2, inputannya A, B, C'. Rangkaian menggunakan Gerbang XOR, AND, dan OR. Karena input pada gerbang AND berbeda, maka didapatkan persamaan:
  • H1 = (B ⊕ D) + (A · C' · D)
  • H2 = (B ⊕ D) + (A · B · C')
Dari persamaan ini, jika B dan D bernilai beda, maka kedua output akan aktif. Jika B dan D bernilai sama, maka kedua output tidak akan aktif.
Kondisi lainnya, B=D, maka H1 bisa aktif ketika A=D=1, C=0; H2 bisa aktif ketika A=B=1, C=0.

7. Download [kembali]

LA 2 Modul 1

  [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Prosedur 2. Hardware dan Diagram Blok 3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja ...