Kamis, 23 Oktober 2025

Laporan Akhir 3 Modul 1

 



1. Jurnal [kembali]

Percobaan 3 Multiplexer dan Demultiplexer


2. Alat dan bahan [kembali]

1. IC 4052


2. Switch SPDT


3. Power Supply

4. Ground

5. Logic Probe


6. IC 74154

3. Rangkaian Simulasi [kembali]

  • Multiplexer

  • Demultiplexer

4. Prinsip Kerja Rangkaian [kembali]

  • Multiplexer
IC 4052 adalah multiplexer 4-ke-1 ganda yang berfungsi sebagai dua sakelar elektronik yang dikendalikan secara bersamaan oleh pin selektor S0 dan S1. IC ini memiliki dua set input (X0-X3 dan Y0-Y3) dan dua output (X dan Y). Kombinasi logika pada S0 dan S1 akan memilih satu input dari grup X (misalnya X2) dan input yang berpasangan dari grup Y (misalnya Y2) pada saat yang sama. Hanya pasangan input yang aktif dipilih oleh S0/S1 ini yang akan diteruskan ke output X dan Y, sementara semua input lainnya diabaikan, meskipun mereka memiliki sinyal logika yang aktif.
  • Demultiplexer
IC 74154 beroperasi sebagai demultiplexer 1-ke-16, yang menggunakan empat pin selektor (A, B, C, D) untuk memilih satu dari 16 jalur output yang akan diaktifkan. Ciri khas IC ini adalah output-nya yang bersifat aktif-LOW, yang berarti hanya output yang dipilih oleh pin A-D yang akan berlogika 0 (rendah), sementara 15 output lainnya akan tetap 1 (tinggi). Agar rangkaian ini dapat bekerja, kedua pin enable (E1 dan E2) harus berada dalam kondisi LOW. Jika salah satu atau kedua pin enable ini diberi logika HIGH, IC akan non-aktif, yang akan memaksa semua 16 output-nya ke kondisi HIGH.

5. Video Rangkaian [kembali] 
Multiplexer

Demultiplexer

6. Analisa [kembali] 

Percobaan 2:
1. Analisa hasil percobaan Multiplexer (percobaan 3a) ketika input data X0, X1, X2, X3 diberi variasi logika, lalu S0 dan S1 diubah-ubah!

Jawaban: 
Multiplexer pada percobaan 3a memiliki 4 input dengan 2 selektor, sesuai dengan 2^n input -> n selektor. Selektor ini akan memilih salah satu input dari beberapa input yang ada berdasarkan selektornya yang kemudian akan diteruskan menjadi 1 output. Hanya 1 input yang akan diteruskan ke ouput, sedangkan input yang lain tidak/ diabaikan.

2. Analisa hubungan antara persamaan Demux dengan persamaan Decoder. Mengapa Demux dapat dianggap sebagai Decoder yang diberi satu input data tambahan 𝐷!

Jawaban: 
Sebuah demux bisa dikatakan decoder yang diberikan satu input data tambahan. Logika inti dari decoder n ke 2^n adalah menggunakan input select (S1, S0) untuk memilih dan mengaktifkan satu output. Persamaan logika demux 1 ke 2^n melakukan hal yang sama, tetapi juga mengalikan output yang dipilih dengan input data. Persamaan demux identik dengan persamaan decoder yang memiliki pin enable (E), dimana input data pada demux secara fungsional setara dengan pin enable pada decoder.

7. Download [kembali]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LA 2 Modul 1

  [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Prosedur 2. Hardware dan Diagram Blok 3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja ...