Kamis, 29 Februari 2024

4.10 Summary Table

 



1. Pendahuluan[Back]

Summary table adalah salah satu teknik untuk menampilkan data kategori atau kumpulan nilai pengamatan sebagai frekuensi atau persentase untuk setiap kategori. Dalam subbab kali ini kita akan mempelajari apa saja yang ada di Summary Table dan rangkaian yang ada disana. Kita juga akan mensimulasikan rangkaian-rangkaian tersebut.

2. Tujuan[Back]

  • Untuk mengetahui apa saja yang dipelajari dalam Summary Table
  • Untuk mengetahui rangkaian di dalam Summary Table
  • Untuk dapat mensimulasikan rangkaian yang ada dalam Summary Table

3. Alat dan Bahan[Back]

Alat
  • Dc Voltmeter

Digunakan untuk mengukur beda potensial suatu komponen yang dilakukan dengan cara memparalelkan kaki-kaki voltmeter dengan komponen yang akan diuji.

  • DC Ampermeter

Digunakan untuk mengukur besarnya arus pada suatu komponen yang dilakukan dengan cara memposisikan kaki-kaki ampermeter secara sei dengan komponen yang akan diuji.
  • Osiloskop

Osiloskop adalah komponen elektronika yang mempunyai kemampuan menyimpan electron-elektron selama waktu yang tidak tertentu. Osiloskop dilengkapi dengan tabung sinar katode. Peranti pemancar elektron memproyeksikan sorotan elektron ke layar tabung sinar katode.  

Spesifikasi:

 

Pinout: 

  
 

 

  

Bahan 

  • Baterai   

Sebuah sumber energi yang dapat merubah energi kimia yang disimpannya menjadi energi listrik yang dapat digunakan seperti perangakat elektronik.

Pinout baterai: 

 

  • Resistor 

 

Resistor adalah komponen Elektronika Pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika. Rumus hukum ohm (V=IR).

Cara mengukur resistansi pada resistor: 

 

 

 

  • Transistor
 

Transistor merupakan sebuah alat semikonduktor yang dapat dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung arus (switching), stabilisasi tegangan, dan modulasi sinyal.
  • Ground
 

Sebuah titik referensi umum atau tegangan potensial sama dengan nol. 
  • Power Supply
 

Berfungsi sebagai sumber daya bagi rangkaian.  

 4. Dasar Teori [Back]

  • Fixed-Bias

Digunakan untuk tegangan DC dan transistor ke tingkat sebelum dan sesudahnya, namun tetap menyalurkan sinyal AC-nya.
  • Emitter-Bias

Menggunakan tegangan suplai positif dan negatif untuk mendapatkan perkiraan yang masuk akal dan nilai dari DC dalam rangkaian. Emitter-bias berfluktasi sangat sedikit dengan variasi suhu dan penggantian transistor.
  • Voltage-Divider Bias
Voltage divider bias  atau  Rangkaian bias pembagi tegangan merupakan rangkain yang pada dasarnya terdiri dari komponen resistor dan transistor. rangkaian ini digunakan untuk mengukur atau menentukan besar tegangan, arus, dan tahanan dari suatu rangkaian yang nantinya adalah untuk membuat transisitor yang ada didepannya dapat bekerja, dengan mengkonversi besar kecil resistor yang digunakan. 
  • Collector-Feedback

    Bias umpan-balik (feedback bias) transistor merupakan teknik pemberian bias basis suatu rangkaian penguat transistor yang menggunakan resistor sebagai komponen pemberi bias basis sekaligus sebagai jaringan umpan-balik (feedback) rangkaian penguat transistor 1 tingkat. Tujuan penggunaan feedback bias pada rangkaian penguat transistor 1 tingkat adalah untuk memperbaiki stabilitas titik kerja transistor pada perubahan faktor penguatan transistor (β). Rangkaian bias umpan balik (feedback bias) pada penguat transistor 1 tingkat dapat dilihat pada gambar rangkaian berikut.



  • Emitter-Flower

Emitter- follower berfungsi untuk menekankan karakteristik perangkat analisis dc konfigurasi dan untuk menetapkan prosedur umum terhadap solusi yang diinginkan.



        ·    Common-Base

      Common Base (CB)  adalah konfigurasi yang kaki Basis-nya di-ground-kan dan digunakan bersama untuk input maupun output.  Pada Konfigurasi Common Base, sinyal input dimasukan ke emitor  dan sinyal output-nya diambil dari kolektor, sedangkan kaki Basis-nya di-ground-kan.

5. Percobaan [Back]

a) Prosedur [Back] 

  • Siapkan semua alat dan bahan di dalam perangkat lunak aplikasi Proteus, yang tersedia di masing - masing sektornya
  • Rangkailah komponen - komponen tadi dengan cara menyambungkannya dengan "wire"
  • Jika sudah benar semua, klik tombol "play", dan jika sudah selesai atau ingin mengubah rangkaian, maka klik tombol "stop"

b)Rangkaian simulasi dan program kerja [Back]

  • Rangkaian Fixed-Bias


Prinsip Kerja:

Pada rangkaian Fixed-bias komponen yang dibutuhkan yaitu power supply-dc 1 buah, resistor 2 buah,  transistor 1 buah dan  ground sebagai tegangan yang menjadi nol. Untuk penyusunan rangkaian power supply yang berfungsi sebagai pemberi tegangan berada di paling atas,kemudian rangkaian dicabangkan menjadi 2 ,masing-masing cabang diberi resistor,sehingga resistor -resistor tersebut menjadi paralel. Tidak lupa memberi Ammperemeter dc utk mengukur arus. Hubungkan kedua resistor dengan transistor dan ujung transistor yang memiliki panah hubungkan dengan ground.

  • Rangkaian Emitter-Bias


Prinsip kerja :

Pada rangkaian Emitter-bias komponen yang dibutuhkan yaitu power supply-dc 1 buah, resistor 3 buah,  transistor 1 buah dan  ground sebagai tegangan yang menjadi nol. Untuk penyusunan rangkaian power supply yang berfungsi sebagai pemberi tegangan berada di paling atas,kemudian rangkaian dicabangkan menjadi 2 ,masing-masing cabang diberi resistor,sehingga resistor -resistor tersebut menjadi paralel. Tidak lupa memberi Ammperemeter dc utk mengukur arus. Hubungkan kedua resistor dengan transistor dan ujung transistor yang memiliki panah hubungkan dengan resistor lain dan beri DCAmperemeter. Kemudian hubungkan dengan ground.
  • Rangkaian Voltage-Divider Bias


Prinsip kerja :

Pada rangkaian Voltage-divider bias komponen yang dibutuhkan yaitu power supply-dc 1 buah, resistor 4 buah,  transistor 1 buah dan  ground sebagai tegangan yang menjadi nol. Untuk penyusunan rangkaian power supply yang berfungsi sebagai pemberi tegangan berada di paling atas,kemudian rangkaian dicabangkan menjadi 2 ,pada cabang sebelah kiri  diberi resistor sebanyak 2 buah secara seri dan cabang sebelah kanan hanya diberi 1 resistor,sehingga resistor -resistor tersebut menjadi paralel. Tidak lupa memberi Ammperemeter dc utk mengukur arus. Hubungkan kedua resistor dengan transistor dan ujung transistor yang memiliki panah hubungkan dengan resistor lain dan beri DC Amperemeter. Kemudian hubungkan dengan ground.

  • Rangkaian Collector-Feedback


Prinsip kerja :

Pada rangkaian Collector-feedback komponen yang dibutuhkan yaitu power supply-dc 1 buah, resistor 3 buah,  transistor 1 buah dan  ground sebagai tegangan yang menjadi nol. Untuk penyusunan rangkaian power supply yang berfungsi sebagai pemberi tegangan berada di paling atas,kemudian rangkaian dihubungkan dengan resistor,sehingga resistor dengan power supply tersebut menjadi seri. Cabangkan resistor tadi menjadi 2 cabang, cabang kiri hubungkan dengan resistor lagi dan cabang kanan dengan resistor. Posisi transistor panah nya menghadap ke bawah. Ujung transistor yang memiliki panah hubungkan dengan resistor lain dan beri DCAmperemeter. Kemudian hubungkan dengan ground.

  • Rangkaian Emitter-Flower

Prinsip kerja :

Pada rangkaian Emitter-bias komponen yang dibutuhkan yaitu power supply-dc 1 buah, resistor 2 buah,  transistor 1 buah dan  ground 2 buah sebagai tegangan yang menjadi nol. Untuk penyusunan rangkaian ground berada di paling atas,kemudian rangkaian dihubungkan dengan resistor. Cabang-cabang resistor dihubungkan dengan resistor  (termasuk dengan tanda panah pada resistor)Tidak lupa memberi Ammperemeter dc utk mengukur arus. Untuk resistor b hubungkan dengan ground dan resistor e dihubungkan dengan power supply yang bernilai negatif.
  • Rangkaian Common-Base



Prinsip Kerja :

Pada rangkaian Common-base komponen yang dibutuhkan yaitu battery dc 2 buah, resistor 2 buah,  transistor 1 buah dan  ground sebagai tegangan yang menjadi nol. Untuk penyusunan rangkaian transistor di posisi atas dan tengah , kemudian rangkaian dicabangkan menjadi 2 , masing-masing cabang diberi resistor,sehingga resistor-resistor tersebut menjadi paralel. Tidak lupa memberi Ammperemeter dc utk mengukur arus. Hubungkan kedua resistor dengan battery dan ujung-battery hubungkan dengan ground. 

 

6. Video [Back]


7. File Download[Back]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LA 2 Modul 1

  [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Prosedur 2. Hardware dan Diagram Blok 3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja ...