Rabu, 13 Maret 2024

7.17 Computer Analysis

 



1. Pendahuluan[Back]

Dalam konteks analisis komputer, rangkaian elektronika mempelajari penggunaan dan kinerja komponen elektronik serta sirkuit yang membentuk bagian dari perangkat keras komputer. Aspek-aspek yang dipelajari dalam rangkaian elektronika ini sangat beragam, mulai dari rangkaian dasar seperti resistor, kapasitor, dan transistor, hingga rangkaian yang lebih kompleks seperti mikroprosesor, memori, dan kartu grafis.

2. Tujuan[Back]

  • Dapat mensimulasi/membuat rangkaian pada perangkat lunak di komputer
  • Membuktikan hasil/jawaban suatu permasalahan rangkaian pada chapter-chapter sebelumnya.
  • Analisis yang lebih akurat dan mendalam terhadap biasing FET.
  • Memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana perubahan dalam biasing FET mempengaruhi kinerjanya.
  • Merancang rangkaian biasing FET yang optimal dengan lebih cepat dan efisien.

3. Alat dan Bahan[Back]

Alat

  • Voltmeter 

Alat yang digunakan untuk mengukur tegangan pada suatu komponen

Bahan
  • AC Power


Sebagai sumber arus bolak balik.

  • Resistor


Sebagai pembagi, pembatas dan pengatur arus dalam suatu rangkaian.

  • Transistor 



Berfunsi sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung arus, stabilitas teganagan, dan modulus sinyal.

  • Kapasitor 


Alat yang digunakan untuk mengukur tegangan dan arus listrik.

  • Baterai 

Berfungsi sebagai sumber arus DC.
  • Ground

Sebuah titik referensi umum atau tegangan potensial sama dengan nol. 

4. Dasar Teori [Back]

Analisis komputer bertujuan untuk membuktikan hasil/jawaban suatu permasalahan rangkaian pada chapter-chapter sebelumnya.

Konfigurasi Pembagi Tegangan

Hasil contoh 7.19 akan  diverifikasi menggunakan Proteus.

Gambar Contoh 7.19

Jaringan pada Gambar 7.72 dibangun dengan menggunakan metode komputer dijelaskan dalam bab-bab sebelumnya. yang terdiri dari transistor (J2N3819 JFET), sumber dc, resistor, dan kapasitor. Tiga VIEWPOINTS muncul pada gambar 7,19 yang diperoleh dari perpustakaan SPECIAL.slb. Kami ingin mengatur nilai beta untuk transistor agar sesuai dengan contoh.
Gambar 7.72

Nilai Beta ditentukan dengan menggunakan beta = I DSS/VP^2 dan IDSS dan VP yang disediakan. Hasil Simulasi tampak pada Gambar 7.72 dengan tegangan bias dc dan level arus. Arus drain yang dihasilkan adalah 4,225 mA, dibandingkan dengan level yang dihitung sebesar 4,24 mA—an. Tegangan VGS adalah 3,504 V - 5,070 V = -1,57 V versus yang dihitung tingkat -1,56 V pada Contoh 7.19

Jaringan Kombinasi

Selanjutnya, hasil Contoh 7.12 dengan transistor dan JFET akan diverifikasi.

Gambar Contoh 7.12

Gambar 7.13, Simulasi dari Gambar Contoh 7.12

Gambar 7.74,Simulasi lain dari Gambar Contoh 7.12

Untuk transistor Bf diset ke 180, sedangkan untuk JFET, Beta diset ke 0,333 mA/V 2 dan Vto ke -6 V seperti yang disebutkan dalam contoh. Hasil untuk semua level dc muncul di Gambar 7.73. Perhatikan lagi perbandingan yang sangat baik dengan solusi kalkulator, dengan VD sebesar 11,44 V berbanding 11,07 V, VS = VC sebesar 7,138 V berbanding 7,32 V, dan VGS sebesar 3,380 V - 7,138 V = 3,76 V berbanding -3,7 V.

5. Percobaan [Back]

a) Prosedur [Back]

  • Siapkan segala komponen yang dibutuhkan 
  • Susun rangkaian sesuai panduan 
  • Sambungkan rangkaian dengan baterai untuk sumber tenaga 
  • Hidupkan rangkaian 
  • Apabila tidak terjadi error, maka rangkaian selesai dibuat.

6. Video [Back]

(7,17)

7. File Download[Back]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LA 2 Modul 1

  [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Prosedur 2. Hardware dan Diagram Blok 3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja ...